The Sound Of Mengusik

Maaf bila judul posting yang ini memang mengusik tak sesuai kadidah tata bahasa baku yang ada. Dalam tataran bahasa Inggris jelas keliru pun juga tak ada dalam EYD bahasa Indonesia. Meski bukan bermaksud sebagai atvertaismen (advertisement/iklan) yang biasanya terdengar manis dan boombastis. Tapi memang tulisan ini kubuat karena masih sering mengusik aku. Dari waktu yang lalu juga sampai detik saat orang bertanya tentang musik. Terutama saat bertanya berapa watt output sebuah system speaker. Banyak kastomer yang sering dan kerap bertanya dalam kebingungan nya dan aku juga bingung menjawab dalam acuan ku.

Sering mereka bertanya berapa watt outputnya tanpa disertai “embel-embel” standar baku yang berlaku. Nilai watt bisa disandingkan dengan lampu, usaha, juga output lainnya. Sedang untuk sistem speaker ada dua standar berbeda P.M.P.O dan R.M.S yang masing masing memiliki perhitungan yang beda.

“Berapa watt ya speaker seri ASDF ini ? “ tanya seseorang.
Coba aku jelaskan dalam acuan yang juga kudapat dari brosur sebuah speaker. Aku jelaskan pelan juga nilainya dalam satuan PMPO juga RMS. Meski aku sendiri terkadang ragu saat acuanku sendiri tak menjelaskan jenis watt outputnya. Entah itu PMPO atau RMS. Mungkin yang membuat brosur atau acuan telah juga mengalami kerancuan. Meskipun sepele tapi sebenarnya bisa jadi kita ikut rancu dan akhirnya persepsi dan juga opini kita tak lagi bermutu.

Baik ini sedikit uraian dariku yang ingin kubagi. Dan observasi ini kudapat saat googling dan yahooing. Linknya bisa puluhan tautan dalam mesin pencari kata.

P.M.P.O
Singkatan dari Peak Musik Power Output. Dimana level watt audio sistem diukur dari hasil puncak saat volume maksimum yang bisa dihasilkan. Atau saat berada dalam suara paling keras atau ketika indikator tombol volume paling mentok. Entah itu berakibat kualitas soundnya tak lagi stabil entah over atau under seperti yang kita maukan.

R.M.S
Berasal dari kata Root Mean Square. Standar ini ditera saat sistem audio berada pada level baik volume rendah atau tinggi dengan output yang stabil. Sehingga kualitas audio tetap terjaga hasilnya saat dalam nilai maksimum yang sanggup direproduksi sistem audio.

Tahu sendirikan tak selamanya kita bisa dengar kualitas audio yang kita inginkan sempurna baik saat level tinggi atau rendah. Pada saat level volume sedang, kita atur komposisi tonal bass dan treble telah pas sesuai keinginan kita hingga enak didengar. Biasanya saat nafsu telinga kita ingin terdengar lebih kencang lantas serta merta kita tambah level volumenya. Berbagi rasa memecahkan gendang telinga dengan ruang teman atau tetangga kita yang tak lelah mengingatkan agar memelankan suara sound sistem kita.

Saat level puncak volume sound berada paling tinggi. Pasti telinga kita mendengar adanya komposisi tonal yang tak lagi berimbang. Mau tak mau kita harus menata ulang agar bass dan treblenya pas. Tak sadar juga pasti ada output audio kita tak lagi sesuai dengan reproduksi yang dihasilkan. Tapi itu hanya terlihat dengan bantuan alat teknik penala seberapakah level output yang dihasilkan. Dengan kedua telinga yang memiliki keterbatasan tentu tak bisa kita berikan nilainya. Terlalu berisik, terlalu mengusik jadinya tak asyik.

Sebagai penutup sebaiknya aku sarankan jangan gunakan standar PMPO sebab nilai perbandingannya dengan RMS sendiri terpaut jauh. Bahkan nilainya bisa membuat kita sedikit terusik. 1 watt RMS = 40 watt PMPO. Nah hitung sendiri saja acuan itu.[ dariku 20071015 – 1516 ].

2 Responses to “The Sound Of Mengusik”

  1. Cukup membantu tuh…. Thaks ya…?? atas penjelasannya…

  2. thanks a lot buat penjelasannya. sangat mencerahkan

Leave a Reply