Salah Dan Dosaku
Inilah adalah sebuah artikel yang perlu aku tegaskan. Perlu juga diketahui oleh kamu. Aku sendirian merasa itu sebagai sebuah kesalahan. Sebuah keterbatasan kalau boleh aku membela diri. Sebuah dosa kalo aku sendiri sesungguhnya tahu akan aturan yang berlaku dalam dunia semu ini. Anggap saja aku seorang penipu. Seorang penipu yang ingin mencari pelepas dahaga dalam keterbatasan diri. Mencuri waktu, turut memakai barang milik orang lain tanpa izin persetujuan dan tanpa mereka tahu. Sungguh jahat nian tapi itulah keterbatasan dan paksaan yang harus aku lakukan. Semuanya cuma aku kembalikan kepada Dia saat diri ini terlahir dengan batas yang kubawa hadir di dunia ini. Dia yang tahu siapa sebenarnya aku dan laku yang aku jalani hingga detik ini.
Salah bila kamu menilai aku memiliki semua yang aku tulis. Bahkan artikel ku tentang WYSIWYG aku rampas dan maknai sendiri. Begitu pandirnya diriku lalu aku tak lagi peduli untuk siapa dan apa aku menjadi sekarang ini. Raga ini cuma sementara. Dan pikiran ini selalu berkerja. Mereka butuh sinkronisasi supaya beriringan. Meski tatihnya aku paksakan terseret dalam sisa waktuku yang mungkin sia belaka.Saat aku menulis semua ini. Masih aku memakai system “Jendela” yang illegal mereka sebut. Melegalkannya bisa jadi aku harus menabung selama setahun lamanya. Itupun juga sambil puasa tujuh hari dalam satu minggu tanpa makan. Tapi setidaknya aku memakai pengolah kata yang disebut Keynote yang aku unduh dari <a href=”http://keynote.prv.pl”>sini</a>. Dari pembuatnya yang begitu baik hati sukarela untuk membagi secara cuma-cuma, aku bisa menata tulisanku. Andai saja dunia ini dipenuhi hal seperti itu. Akankah bisa berputar menuju lebih baik aku rasa tidak juga. Justru bola sanggup menggelinding berputar, saat dia bersentuhan dengan kotornya tanah dan debu pada sebuah padang.
Terkadang juga sambil aku mendengarkan lagu yang diunduh para petani. Dan secara tak langsung aku juga petani yang ikut “membajak” lahan orang lain. Dan itu sudah pasti cukup membuat mereka berang bila tahu begitu bejibunnya koleksiku. Pasti raga inipun tak sanggup menahan dera mereka. Jeruji terali besi penjara pun tak cukup membelenggu pikiran yang sudah rancu ini. Walaupun playernya dibagi gratis <a href=”http://www.winamp.com”>disini</a>. Tapi siapa yang sanggup bertahan mendengar suara bijak yang bergema ditingkahi domba yang merengek dalam durasi 5 detik. Coba saja dalam waktu semenit. Kalau masih sanggup lanjut dalam jam bila perlu tiap harinya. Dalam satu minggu berganti bulan selama setahun. Selama waktu masih diberi olehNya. Ougghh. Begitu siksa dan letihnya bila aku menulisnya. (Eh, koq malah dapat ide baru yaa.. ).
Kemudian saat orang mengeluhkan dengan keganjilan sebuah bentuk, sesuatu milik mereka. Aku memegang, menggunakannya, sambil aku perbaiki, sambil aku mencoba benar seperti keluh dan kesah mereka yang tertulis dalam nota service tempat aku bekerja. Bila saja mereka tau dan juga mengawasi tiap detik apa yang aku perbuat dengan sesuatu yang mereka sayangi dan kasihi. Mereka jaga dengan sepenuh hati. Maafkan aku bila ternyata pagar memang harus makan tanaman. Seharusnya aku tak berhak memanfaatkan apa yang bukan milik kepunyaan diriku.
Terkadang aku juga “memperkosa” walaupun itu karena goda mereka. Entah karena otakku ini telah dipenuhi nafsu dan emosi rasa itu. Aku terkadang mempreteli mereka satu demi satu. Ikut merasakan bagian demi bagian, mencari tahu masih memiliki fungsi yang benar sesuai aturan yang aku pelajari sendiri dari referensi juga pengalaman pribadi. Berat hati rasanya bila aku harus melapor kepada pemiliknya ternyata ada modul yang perlu penggantian. Terlebih saat kedua tangan dan bahu ini terangkat. Menyerah sebab aku memiliki keterbatasan pada hak yang aku miliki, bila ada lembar kertas sticker rapuh kecil. Sebentuk segel namanya. Hanya menunggu dan berharap orang yang berhak membongkarnya segera memberi repot. Berdoa semoga empunya mampu mengerti tataran struktur yang mesti aku jalankan.
Dalam waktu yang begitu cepat berjalan. Aku ulangi langkah itu sesuai dengan kemampuan juga tenaga yang tersisa dalam hari yang kian malam aku jelang. Merestart Mengulangnya dengan perasaan dengan sedikit berempati dengan pemilik sesungguhnya. Terkadang kejam aku paksakan. Namun semua itu aku lakukan supaya nantinya “dia” sanggup siap menemui kondisi yang mungkin akan dilakukan oleh empunya. Sebab bukan hanya pemiliknya akan “dia” hadapi tapi dunia internet luar yang begitu kejam memberi kontaminasi sumbangan dera uji kelanggengan supaya seiring dengan suaminya / istrinya pemiliknya.
Tapi aku sadar bahwa aku tak bisa membuat kesempurnaan. Waktulah yang menentukan saat kapan mereka akan kembali kepadaku. Walau aku berharap mereka tak lagi kembali padaku. Aku tak bisa menyediakan selalu waktuku untuk mereka. Tak selamanya selalu aku bisa menjadi penjaga dan pemelihara mereka. Terlalu pedih bagiku bila mereka menemui aku karena alasan serupa. Sebuah alasan klasik karena tak mampu atau tak bisa. Hidup harus belajar dan berkembang tak bisa hari ini kita disebut lulus lalu melenggang. Tanpa peduli dengan update waktu yang berjalan linier dan imajiner.
Hanya satu yang menjadi harap dan doaku semoga majalah detak jantung ini seirama mengalirkan ilmu darah dalam nadiku. Menjadi motivasiku untuk selalu belajar dan bersabar dengan keterbatasan sisa waktu yang kian menepikan tipisnya jatah umur kemampuanku. [ Dariku - 200711022021 ]